Sabtu, 27 November 2010

Elemental Wars

Dimensi setengah, Semesta baru, dimana pernah dinubuatkan, bahwa kuasa Tuhan tidak terdapat di wilayah tersebut. akhirnya terkuak juga. kejadian ini terbuka pada saat terjadi retakan di antar dua dimensi yang terjadi di alam akibat adanya gejolak atau lonjakan yang terdai di alam semesta. Lima kasiar Iblis Necro yaitu Joan, Aloe, Fatsula, Shevara dan Robert merasakan getaran dan kekuatan hebat yang di pancarkan dari dalam retakan dua dimensi tersebut dari dalam Kerajaan Necro. Suatu dimensi yang baru telah terbuka di depan mata. alam semeta memang menyimpan berjuta misteri yang tidak akan pernah ada habisnya bila explorasi.

Kelima Kaisar iblis Necro tersebut merasakan ada suatu macam kekuatan yang menarik mereka berlima masuk menuju ke arah pusat retakan dimana dimensi tersebut.Suatu pemandangan yang indah nampak di depan mata mereka. sungguh agung dan luarbiasa sekali alam semesta raya ini.cahaya bintang berkelap kelip dengan eloknya.guratan-guratan gambar di ruangan alam semesta seperti coretan sang maestro yang benar-benar indah tiada bandingnya.

Inikah yang dinamakan Dimensi Setengah? yang pernah di perdebatkan oleh para ahli di negara Necro? dimana keberadaanya pernah diragukan oleh para peneliti? guman Robert salah seorang dari kelima kaisar Iblis Necero tersebut

"Mari kita melihat-lihat kedalam dimensi" ujar Joan dengan singkat.

Maka bergeraklah mereka berlima berkelana di alam semesta dimensi setengah yang luas membentang. dari jauh lamat-lamat ada banyangan atau benda yang melayang layang di angkasa raya.
"Apakah  itu" kata Robert. sambil menunjuk banyangan samar yang bergerak lincah kesana kemari di ruangan alam semesta yang luas itu.

"Mari kita menuju kesana" sahut Aloe sambil mengarahkan tujuannya ke tempat bayangan yang ditunjukkan oleh Robert

tiba-tiba.....bayangan-bayangan yang bergerak itu berhenti. dan perlahan-perlahan tapi pasti, bayangan yang tidak berujud dan tidak jelas tersebut membentuk sosok-sosok tubuh yang berwujud mahkluk mirip manusia. 

Hmmmm......manusiakah? gumam Joan. Benarkah ada manusia yang bergentayang di ruang kosong ini selain Kita" gumam Joan lebih lanjut.

Benar-benar kurang kerjaan tuh  manusia" celoteh Aloe dengan santainya.

Berarti seperti kita" jawab Robert sambil terus menuju ke arah sosok-sosok manusia itu.

ya beda" jawab Aloe cepat.

lah bedanya apa Al" sahut Robert lagi.

Mereka ndak jelas asal usulnya, tapi kan kita jelas asalnya yaitu manusia" jawab Aloe  dengan keyakinan yang mantab.

Walah......" jawab Robert sambil geleng-geleng kepala. Nggak masuk akal jawabannya" komentar Robert dalam hatinya.

sampailah kelima Kaisar Iblis Necro tersebut di hadapan sosok-sosok mahkluk tersebut.

benarkah mereka manusia seperti yang Joan katakan?
siapakah mereka itu sebenarnya?

Tobe continued.....................

Kamis, 25 November 2010

The Lord Sinerhyan

Diawali perjalanan multi dimensi ke perbatasan ... tepat ditengah tapal batas, disanalah masa semesta yang jauh melebihi semesta yang pernah diketahui manusia. Semesta dimana semua berawal dan berakhir sesuai hukum alam yang hakiki, kuasa mutlak sang cahaya tak ada di alam ini karena memang demikianlah alam ini diciptakan.

Dalam perjalanan kali ini, Robert beserta Alloey dan Joan mengawali kisah yang membuat mereka bertiga tercengang akan kuasa alam yang sedemikian dahsyat. Nuansa kelam saat memasuki wilayah Knuket tidak membuat mereka bertiga gentar, tidak heran jika julukan 3 kaisar iblis dari Necro melekat dalam diri mereka. Kekuatan menggetarkan sudah sangat terasa bahkan sebelum memasuki wilayah Knuket. Apa yang mereka cari di wilayah ganas seperti ini? Ahh... tak lain dan tak bukan... kekuatan nyata dari alam semesta yang memanggil mereka ini. Akan tetapi... kekuatan apakah gerangan?

Konon menurut sang legenda, dahulu kala ada sesosok orang suci yang gemar menimba ilmu dari ujung semesta ke ujung semesta lainnya, namanya Sinerhyan. Makhluk berwujud manusia yang memang hakikatnya adalah seorang manusia dan dekat dengan Sang Cahaya. Manusia yang haus akan ilmu ini selalu mencari tantangan dan tantangan yang baru. Sehingga karena banyaknya pengalaman dia ini maka oleh pihak nirwana dia disebut sebagai Sang Gembala Kecil.

Segala macam bentuk ilmu dan kebijaksanaan dia lahap dengan kecerdasannya yang cemerlang, menjadi orang yang dicinta sekaligus dibenci oleh orang orang sekitarnya, ditakuti dan disegani oleh kawan dan lawan. Hingga suatu saat.... manusianya hilang bak ditelan gelapnya semesta, hanya legenda dan namanya yang tertinggal sebagai tautan sejarah.

Singkatnya pada suatu ketika kekaisaran Necro menemukan celah diantara 2 dimensi dimana ada dimensi setengah yang diketahui. Puluhan dimensi setengah diobrak-abrik pasukan Necro yang sudah terkenal garang, sakti, tak kenal takut apalagi belas kasihan. Tetapi hei... tunggu dulu, jangan dikira bangsa Necro adalah bangsa yang jahat dan kejam, mereka ini bangsa dengan peradaban tinggi, keras, tegas, disiplin, dan nasionalis. Di alam semesta peran bangsa ini sebagai penyeimbang kekuatan alam karena kekuatan dan kekuasaan bangsa ini yang luar biasa besar dan luas. Oleh sebab itu... mereka menjadi bangsa netral karena pihak surga dan neraka pun akan meminta bantuan Necro jika diperlukan. Oleh sebab itu tidak heran jika mereka disebut sebagai Necro Hanukken, atau Necro yang perkasa.

Celah semesta yang sudah diincar Necro pun akhirnya bisa dikuak tabirnya sedikit demi sedikit. Saat ini Necro menemukan kekuatan yang belum pernah dikenali di wilayah Knuket. Setelah perjuangan panjang dan melelahkan akhirnya mereka menemukan siapa yang berkuasa didaerah ini... yaitu sang legenda yang hilang... ya benar, dia Sinerhyan. Manusia yang dahulu suci itupun terlihat bagai iblis, kekuatan hitam mengitarinya, mata yang dahulu melihat keadilan sekarang terlihat garang dan menusuk buas bagai iblis. Bentuk tubuhnya pun berubah dari dahulu manusia, sekarang terlihat bagai iblis, mata berwarna hitam legam dengan sinar merah menggantikan pupil matanya, tubuh berbulu bagai serigala, tanduk hitam besar dan kuat di kedua pundaknya, kaki seperti kaki ayam lengkap dengan taji nya, lutut bengkok kebelakang bukan kedepan seperti manusia. Banyak duri disekujur tubuhnya, dan benar-benar terlihat menakutkan sekaligus menjijikan bagi yang melihatnya.

Aneh... mengapa dia bisa menjadi seperti ini gumam Robert salah satu mantan kaisar Necro yang gemar juga akan ilmu. Kekuatan maha dahsyat sangat terasa merasuki jiwa dan raga mereka bertiga, dan tiba tiba... sosok buas tinggi besar berada dihadapan mereka. Tanpa bertanya dan basa basipun sang legenda kegelapan menyerang membabi buta kepada mereka bertiga...

apakah mereka bertiga selamat?
kekuatan apakah yang mereka hadapi?
mengapa sang legenda berubah?

to be continue...

Rabu, 03 November 2010

Codex Gigas : Alkitab iblis

Codex gigas atau buku raksasa adalah sebuah manuskrip abad pertengahan dengan ukuran terbesar yang masih ada. Buku ini ditulis pada awal abad ke-13 di biara ordo benediktus di podlazice di Bohemia. Saat ini buku tersebut tersimpan di Swedish Royal Library di Stockholm. Dibutuhkan tenaga dua pustakawan untuk mengangkat buku tersebut. Buku ini sering juga disebut “alkitab iblis” karena adanya sebuah ilustrasi ukuran besar bergambar setan didalamnya. 

Kodeks tersebut ditaruh disebuah tempat yang terbuat dari kayu, dilapisi dengan kulit dan dihias dengan logam. Tingginya 92 cm, lebarnya 50 cm dan memiliki tebal 22 cm. Pada mulanya, kodeks itu memiliki 320 lembar naskah. Namun 8 lembar darinya dibuang. Tidak diketahui siapa yang membuang 8 lembar tersebut dan untuk tujuan apa. Ada dugaan 8 lembar yang dibuang kemungkinan berisi aturan-aturan biara ordo benediktus. Berat kodeks tersebut hampir mencapai 75 kg. Lembaran yang digunakan untuk menulis kodeks ini adalah kulit yang berasal dari 160 ekor anak sapi. 

Biara tempat kodeks ini dibuat dihancurkan pada abad ke-15. Catatan yang ada pada kodeks menunjukkan bahwa pembuatan kodeks tersebut adalah sekitar tahun 1229 M. Setelah penulisannya, kodeks ini kemudian dipindahkan ke Biara Cistercians Sedlec dan akhirnya dibeli oleh Biara benediktus di Byoevnov. Dari tahun 1477-1593, kodeks ini disimpan di perpustakaan di Broumov sampai akhirnya dibawa ke Praha pada tahun 1594 untuk menjadi bagian dari koleksi Rudolf II. Pada tanggal 24 September 2007, Codex gigas dibawa kembali ke Praha setelah 359 tahun.
Isi dari kodeks ini adalah “a sum of the Benedictine order’s knowledge”, “The War of the jews” tulisan Josephus, daftar para orang kudus, metode untuk menentukan tanggal perayaan paskah, seluruh alkitab bahasa latin pre-vulgate, Isidore of Seville’s encyclopedia Etymologiae, Cosmas of Prague’s Chronicle of Bohemia, berbagai macam traktat (dari sejarah, etimologi dan fisiologi), sebuah kalender dengan nekrologium, daftar nama para biarawan di biara Podlaice, formula-formula ajaib dan catatan-catatan lain.
Seluruh isi kodeks ini ditulis dalam bahasa latin. Manuskrip ini juga dihiasi dengan warna-warna seperti merah, biru, kuning, hijau dan emas. Seluruh huruf besar diberi warna yang mencolok. Yang luar biasa adalah keseluruhan isi kodeks ini ditulis dengan relevansi yang luar biasa antar halaman. Yang berarti bahwa buku ini ditulis oleh satu orang dengan pikiran yang berkesinambungan. Hal ini membuat banyak ahli percaya bahwa keseluruhan kodeks ini ditulis dalam waktu yang sangat singkat.

Pada halaman 290, terdapat sebuah gambar Iblis dengan tinggi sekitar 50 cm. Beberapa halaman sebelum gambar ini ditulis pada lembaran kulit yang menghitam dan dibuat dengan karakter yang gelap, yang membuatnya berbeda dengan keseluruhan isi kodeks. 
Menurut Legenda, penulis kodeks itu adalah seorang biarawan yang melanggar aturan biara dan dihukum dengan diikat di dinding dalam posisi berdiri seumur hidup. Biarawan ini memohon ampunan dari penghukuman yang luar biasa kejam itu. Sebagai gantinya ia berjanji untuk membuat sebuah buku yang akan memuliakan biara dan pengetahuan umat manusia selamanya, dan ia berjanji menyelesaikannya hanya dalam satu malam. Menjelang tengah malam, biarawan itu menjadi ragu apakah ia dapat menyelesaikannya sendiri. Jadi ia menjual jiwanya kepada iblis demi sebuah pertolongan. Iblis kemudian menyelesaikan manuskrip tersebut. Sebagai penghormatan kepada iblis yang membantunya, biarawan itu menambahkan gambar iblis ke dalam kodeks tersebut. Walaupun adanya legenda yang melibatkan iblis, pada zaman inkuisisi, kodeks ini tetap disimpan oleh biara dan dipelajari oleh banyak cendikiawan sampai hari ini.